6 Kelebihan Dan Kekurangan Jika Pasangan Sama Egoisnya - Hundbodai.com

Terbaru

Sabtu, 20 Juni 2020

6 Kelebihan Dan Kekurangan Jika Pasangan Sama Egoisnya

6 Kelebihan Dan Kekurangan Jika Pasangan Sama Egoisnya
Punya pasangan yang sama-sama keras kepala barangkali akan membuat hubungan lebih berwarna. Kalian kerap dihadapkan pada perbedaan pendapat yang sulit didiskusikan, kedua belah pihak inginnya menang sendiri dan sulit untuk mengalah. Meski begitu, pertengkaran sepertinya bukanlah sesuatu yang bisa jadi alasan untuk putus betulan. Punya sifat yang sama-sama kepala batu mungkin bukan sesuatu yang menyenangkan karena terlihat gak ada bahagianya. Tapi apakah itu benar? Coba tengok beberapa hal di bawah ini terlebih dulu.

1. Sama-sama punya sifat keras kepala kerap kali bikin pertengkaran sulit terkendali

Setiap hubungan punya ciri khasnya masing-masing, gak bisa disamakan satu dengan yang lain. Berapa lamanya kalian menjalin hubungan juga salah satu faktor kenapa pertengkaran sulit dihindari. Selain karena sama-sama keras kepala, hubungan yang belum lama membuat kalian butuh lebih saling mengenal. Ini justru pertanda bahwa kalian sedang melewati satu fase supaya jadi pribadi yang lebih dewasa lagi.

2. Ada hal lain yang buat kalian saling membutuhkan dan kembali lagi setelah bertengkar

Meski seringkali berantem, ada semacam magnet yang membuat kalian bisa saling kembali. Perasaan saling membutuhkan satu dengan yang lain ternyata bisa mengalahkan sisi egois dalam diri masing-masing. Setiap kali ada yang pergi duluan, tetap saja ada alasan untuk kalian buat mempertahankan. Itulah barangkali yang namanya chemistry, sesuatu yang gak dimiliki sama pasangan pada umumnya yang baik-baik saja.

3. Setiap kalian bertengkar, gak butuh waktu lama buat baikan

Kalau pasangan lain punya kendala dalam hal saling percaya, kalian sudah mengantongi rasa saling percaya jauh-jauh hari. Ini yang membuat kalian gak betah untuk lama-lama berantem. Meski kerap kali putus nyambung, pengalaman yang lalu justru membuat kalian sama-sama belajar buat berbenah dan berusaha mengurangi sifat keras kepala dalam diri masing-masing.

4. Meski begitu, kamu kadang merasa lelah saat adu argumen atau perbedaan pendapat yang sulit disatukan

Dukanya adalah ketika kesabaran untuk mengendalikan diri dan emosi kadang sudah tak terbendung. Di satu sisi kalian sering merasa bahwa perbedaan itu adalah hal biasa. Tapi di waktu lain saat sudah sama-sama stuck di satu titik, rasanya ingin mengakhiri hubungan saja. Pola komunikasi yang keliru bisa jadi alasan kenapa saling bertengkar, dari sini kalian sama-sama tahu bahwa akhirnya penerimaan adalah salah satu kunci dari hubungan.

5. Bukan gak mungkin sifat kalian yang sama-masa keras ini akan membuat berberapa persoalan gak selesai

Salah satu yang terjadi ketika sering bertengkar kadang kalian gak menyadari apa sumber persoalan yang memicu sehingga terus berkutat pada masalah yang sama. Misalnya kalian punya selera yang berbeda dalam hal genre film kesukaan, tiap kali nonton harus berantem dulu buat menentukan film mana yang bakal ditonton.

Padahal setiap masalah itu ada solusinya. Alih-alih membiasakan pertengkaran sepele semacam ini bukankah lebih baik ketika saling gantian biar adil.

6. Jadi agar tidak putus nyambung, ada baiknya mulai sekarang sama-sama belajar buat mengendalikan emosi

Orang yang keras kepala itu gak bisa diingatkan, biasanya akan menarik diri dan gak mau diajak ngobrol buat bertukar pemikiran. Itulah yang membuat hubungan ini di satu waktu cukup sulit untuk dilalui. Meski begitu, setiap pasangan yang punya karakter ini akan lebih saling mengenal diri lewat pasangannya. Pengendalian diri adalah kunci dari hubungan tipe seperti ini.

Jadi, itulah tadi beberapa hal yang dialami kalian yang punya karakter sama-sama masih egois. Apa lagi yang mungkin pernah kalian rasakan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Halaman